Program Pusat yang Menyentuh Sampai ke Daerah

<!–[if gte mso 9]><xml>

</xml><![endif]–>

Program Pusat
yang
Menyentuh Sampai ke Daerah

Berbagai upayah telah dilakukan
oleh pemerintah terkait penanggunangan kemiskinan, mulai dari Bantuan Sosial,
Pemberdayaan Masyarakat, Kredit Usaha Rakyat, dll. Namun program yang dianggap
efektif dan masih berjalah hingga saat ini salah satunya adalah bantuan sosial
yang berupa Program Keluarga Harapan

Program Keluarga Harapan atau yang
biasanya disingkat PKH adalah program perlindungan sosial melalui pemberian
uang tunai kepada Keluarga Sangat Miskin, selama Rumah Tangga keluarga tersebut
memenuhi kewajibannya. Pemberian bantuan ini tentunya memiliki kreteria yaitu; 5%
kelompok masyarakat termiskin kebawah, hamil, nifas atau punya anak 0 – 6
tahun, anak dibawah usia 18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar.

Program Keluarga Harapan (PKH) ini, diharapkan nantinya dapat membantu
memutus tali kemiskinan melalui peningkatan pendidikan dan kesehatan Keluarga
Sangat Miskin (KSM). Program ini pun telah berjalan
pada tahun
2007 dan masuk di kabupaten Nunukan akhir tahun 2013 berjalan hingga saat ini.

Peserta PKH
secara
keseluruhan di Kabupaten Nunukan ada 1.657
KSM, mencakup
wilayah Kecamatan Nunukan, Nunukan Selatan, Sebuku, Sembakung, Lumbis
, Sebatik, dan Sebatik
Barat.
Lebih khusus lagi untuk wilayah Kecamatan Sebatik Barat yang meliputi
Sebatik Tengah (masih beracuan pada data sebelum pemekaran menjadi dua
kecamatan) terdapat 177 KSM dengan rincian; Bambangan
17 KSM, Liang Bunyu
27 KSM, Binalawan 17 KSM, Setabu 55 KSM, Aji Kuning 26 KSM, Maspul 7 KSM, dan Sei Limau 28 KSM.

Adapun proses penyaluran bantuan dilakukan dengan dua cara yaitu,
pencairan dalam bentuk komunitas dan reguler. Bagi masyarakat yang bisa
menjangkau kantor POS di arahkan ke kantor POS langsung menerima bantuannya,
sedangkan yang aksesnya sulit menjangkau diadakan koordinasi dengan pihak
PT POS agar dilakukan pencairan
komunitas dengan mendatangi tempat-tempat masyarakat memberikan bantuannya. Pencairan
komunitas contohnya di
Desa Liang Bunyu ini dilakukan penyaluran di Kantor Kecamatan Sebatik Barat, dan semua
desa-desa di wilayah kecamatan Sebatik Barat dilakukan penyalurannya di sana
dengan memanggil jasa PT POS untuk menyalurkan Bantuan PKH kepada KSM selaku
peserta PKH.

Masyarakat penerima bantuan pun
merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan ini, sebagaimana ibu Merawati di
Desa Binalawan Kecamatan Sebatik Barat mengatakan, Saya bersukur sekali Pak
dengan adanya bantuan PKH ini karena bisa membantu saya memenuhi kebutuhan anak
saya sekolah, seperti beli sepatu, buku, dan bajunya. Sedangkan Ibu Saharia di
Aji Kuning Kecamatan Sebatik Tengah yang juga mendapat bantuan PKH dan sempat
dikunjungi oleh Kementerian Sosial, Ibu Khofifah Indar Parawansa, merasa sangat
senang dengan adanya bantuan ini, karena merasa sangat terbantukan, apalagi
dengan kondisi ekonominya yang tidak jelas, suami yang menafkahi keluarganya hanya
jadi buruh di kebun orang. Kami tidak memiliki apa-apa sebab awalnya hanya
selaku perkeja TKI dari malaysia dan pindah ke Aji Kuning tinggal sebab mau
menyekolahkan anak. Uangkapnya

Lanjutnya, kami tambah senang lagi
berkat karena dapat bantuan ini orang besar bisa datang ke rumah kami (Ibu
Menteri) bahkan karena kasihan anak saya yang tamat SMA dibawa Ibu menteri
Untuk dikuliyahkan.

Meski demikian program ini pun
perlu perhatian khusus karena pemerintah pusat selalu mengambil kebijakan
berdasarkan kondisi di sana (Jawa). Padahal di Jawa dan luar Jawa memiliki
perbedaan yang cukup signifikan baik kondisi geografis, kepadatan penduduk,
layanan jaringan atau media internet, dll sehingga ini menjadi tantangan
tersendiri kepada fasilitator, para pendamping PKH, dan pihak-pihak terkait
dalam mengsukseskan program ini.


Wahyuddin, S.Fil.I

 HP.
085299557004

<!–[if gte mso 9]><xml>

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

</xml><![endif]–><!–[if gte mso 9]><xml>

</xml><![endif]–><!–[if gte mso 10]>
<style>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-ansi-language:IN;}
</style>
<![endif]–>